Istilah dalam perjuangan seorang comic

Image

Saatnya ngejelasin pengetahuan awal dari salah satu hobby gue yaitu Stand Up Comedy, buat Comic baru yang mau belajar pas banget nih buat baca ini, Check this out :

Stand-up comedy: sebuah genre dalam komedi, biasanya satu orang diatas panggung melakukan monolog yang lucu dan memberikan pengamatan, pendapat, atau pengalaman pribadinya. Mengutarakan keresahan, mengangkat kenyataan, memotret kehidupan sosial masyarakat dan menyuguhkannya kembali kepada masyarakat dengan jenaka.

Stand-up comedy bukanlah joke telling. Ciri khusus stand-up comedy adalah materinya tidak nyomot, tapi hasil dari pemikiran sendiri. “Stand-up” sendiri artinya bukan berdiri, melainkan lebih kepada mengutarakan dan membela opini serta pandangannya. Pemaknaan “stand-up” disini seperti dalam kalimat “he stood up for what is right”

Joke telling: melucu sambil melemparkan anekdot, tebak-tebakan, lelucon yang ia kumpulkan dari berbagai sumber, misalnya dari internet, buku, broadcast message, dan lain-lain.

Bit: satuan materi stand-up yang terdiri atas set up dan punchline. Misalnya, saya punya bit tentang ganja, bit tentang komodo, bit tentang rokok, bit tentang toilet, dan lain-lain.

Set: satuan show stand-up kita yang terdiri atas sejumlah bit. Misalnya, semua bit diatas saya gabungkan jadi sebuah rangkaian maka saya punya set berdurasi 30 menit, misalnya.

Set up: bagian yang tidak lucu dari sebuah bit, biasanya premis dari bit tersebut.

Punchline: bagian yang lucu dari sebuah bit. Biasanya membalikkan premis atau memberikan sesuatu yang mengejutkan sebagai penutup dari set up atau premis tadi. Karena efek mengejutkannya itu maka disebut PUNCH-line. Kalimatnya harus “nonjok”.

Misalnya :

“Aa Gatot Bradjamusti (ketua PARFI) katanya pernah main film misteri, ada yang pernah nonton? atau lihat promonya? belum? sama. Disitulah letak misterinya.”

Pada kalimat diatas, set upatau premisnya adalah ketika menanyakan soal film misteri Aa Gatot Bradjamusti, dan punchline-nya adalah kalimat “sama. Disitulah letak misterinya . . “

Atau pada kalimat dibawah ini :

“Merokok bisa menyebabkan impotensi, nyimeng bisa merusak sel otak dan menyebabkan pikiran lemot. Ngapain orang merokok coba? Kalau gue disuruh milih, gue mendingan lemot daripada impoten. Setidaknya gue masih bisa bikin anak, walaupun ya … .lama.”

Fakta tentang merokok dan mengisap ganja adalah premis yang ditawarkan kepada penonton. Punchline-nya adalah ketika memberikan shock dibelakang dengan kalimat “gue mendingan lemot daripada impoten. Setidaknya gue masih bisa bikin anak, walaupun ya … .lama.”

Kill: ketika kita sukses membuat penonton tertawa sepanjang set kita. Misalnya, “Malam ini si Ryan nge-kill!”

Bomb: ketika kita gagal bikin penonton tertawa alias garing. Misalnya, “Kasihan si Dimas, barusan nge-bomb gitu pas stand-up di comberan.”

“-@DimasRamdhanP Learn to be a comedian”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s