Nongkrong 1 : tentang anak SD

189725_318952371553494_579691248_n

Hari ini 23 Mei 2013 pukul 16:32 WIB, Sore yang cukup cerah hari ini terlihat pemandangan didepan mata gue sebuah lahan parkir yang penuh kendaraan (mobil dan motor), agak geser pandangan ke arah kiri dikit ada payung tenda gitu dengan kursi dan mejanya yang penuh dengan orang-orang dari segala kalangan sedang asyik ngobrol sambil menyantap cemilannya, terus agak depan lagi terlihat jalan raya dewi sartika daerah cawang, jakarta timur, kondisinya ramai lancar mungkin agak sorean lagi baru deh numpuk lalu lintasnya alias macet, gue sendiri ada di dalem seiring melepas penat lelahnya pekerjaan hari ini dan memutuskan untuk menyantap snowy dan black coat donuts dengan finalisasinya adalah cappucinno. Ada yang tau gue dimana? dari penjabaran gue di atas mungkin satu tempat yang paling mungkin adalah… Ya, benar “7 eleven” tempat “nongkrong”-nya sejuta umat tapi versi modern nya, karena warteg sudah terlalu mainstream mungkin.

Gue makan di bagian dalemnya sambil buka notebook manfaatin fasilitas wi-fi nya, jadi di 7 Eleven itu di bagian dalemnya disediain meja panjang + kursi yang biasanya terletak dibagian depan gerai yang mentok sama kaca transparan yang tengahnya berdesign khas 7 eleven, nah disitu kedap suara, jadi suara dari luar tidak begitu terdengar, disitu juga tempat orang biasanya makan, minum, ngobrol, sambil memanfaatkan wi-fi nya, walaupun sebenernya di luar juga bisa sih, tapi di luar resiko nya berisik suara kendaraan karena biasanya gerai 7 Eleven ini berada di pinggir jalan. Meja panjang ini di pasang secara horizontal dan kursinya pun dipasang berjejer sejajar dengan panjang meja, disini terlihat 5 kursi, gue duduk paling pojok, sebelah gue pertamanya kosong, sampe akhirnya dateng 2 anak SD yang 1 muka pribumi yang 1 muka chinese, mereka berdua kelihatannya sahabat deket banget, mereka duduk disamping gue dan menaruh tasnya masing-masing diatas kursi-kursi tersebut, terdengar dari bunyinya yang begitu dalam ketika tas berbenturan dengan permukaan kursi yang mengindikasikan bahwa begitu beratnya tas si anak tersebut, dalam hati gue : “buset, anak SD apaan yang dibawa sih? batu? berat banget! dulu gue SD cuma bawa buku tulis 3 buku paket 1 selesai, lancar-lancar aja gue sekolah” setelah itu mereka langsung meninggalkan kursi memilih menu minuman dan makanan masing-masing, setelah tidak lama mereka kembali dengan makanan dan minumannya masing-masing, kali keduanya gue komentar lagi dalam hati “enak jadi anak sd jaman sekarang, jajannya elite di sevel, yang gue itung2 sekali jajan itu minimal Rp10.000, itu juga yang paling iritnya” setelah mereka duduk dan meja telah rapih, mereka berdua melakukan percakapan sebagai berikut :

#Anak pribumi : Ap
#Anak chinese : Ac

Ap : Kita mau berapa lama disini?
Ac : Hmm.. 15 menit deh, (gue cek pada saat itu pukul 16:42 WIB)
Ap : oke,

Lalu kemudian mereka bercakap-cakap mengenai kegiatan sekolahnya tadi pagi dan disitu gue ga begitu denger obrolan mereka, …. waktu terus berjalan mereka ngobrol begitu asyiknya dan akhirnya Ac memotong pembicaraan yang sedang asyik-asyiknya itu :

Ac : Jam berapa sekarang?
Ap : *melihat jam tangannya …. hmm, jam lima kurang tiga menit.
Ac : Yaudah pulang yuk
Ap : *sambil ngabisin minumnya …. yuk! .. haduhh ini tas berat banget gara-gara bawa laptop.
Ac : hahaha kamu pantes ngga tinggi-tinggi
Ap :πŸ˜€

mereka berlalu….
unik juga ya, dari fisiknya yang kecil tapi mereka dewasa akan hal waktu, sesibuk apakah mereka sampai waktu sebegitu teraturnya? mereka direktur? mereka karyawan sibuk? mereka selebritis? bukan, mereka anak SD ! anak SD coy! padahal mah kan kalo asyik ngobrol ya ngobrol aja, memang sih mereka terlihat anak yang cerdas yang pastinya juga disiplin, sekolah di SD perkotaan yang mutu dan kualitasnya dari tahun ke tahun terus ditingkatkan ini mungkin terlihat wajar, tapi harus diakui bahwa mereka memang diatas rata-rata, jaman dulu saya SD mana tau sevel, taunya gambaran, keong yang dikasih napas naga keluar dari rumahnya, tazos dari chiki, gundu, playstation, belum kenal laptop, jangankan laptop, komputer aje ngga bisa, sekolah ya sekolah tapi ada yang anak zaman dulu ngga punya dibanding anak zaman sekarang begitupun sebaliknya.

Menurut gue sih anak zaman sekarang yang sekolah di perkotaan lebih update terhadap tren baru, ngga gaptek sama teknologi yang pesat berkembang di pasar Indonesia, pola pikir mereka cepat beradaptasi dengan lingkungan, cepat dewasa, IQ mereka diatas rata-rata, dan yang paling penting mereka kritis (yaa walaupun ngga semua, tapi hanya sebagian besar). Banyak kemajuan yang terjadi dibanding jaman gue dulu menempuh pendidikan di jenjang Sekolah Dasar, ya gue sih berharap kemajuan ini terus berlanjut, pastinya ke arah yang positif agar bangsa indonesia terus bisa mencetak generasi penerus bangsa yang cerdasnya up to date tapi ngga lupa sejarah, juga bermental baja tapi ramah kepada semua orang terutama orang tua dan keluarganya.

Dan .
Gak kerasa udah mau maghrib, karena udah mulai keliatan dari belakang kaca udah terlihat kendaraan bermotor mulai memadati jalan raya didepan pandangan gue ini, gue harus pulang, makasih buat 7 eleven tempat gue nongkrong hari ini sekaligus tempat gue dapet inspirasi nulis hari ini walaupun isi tulisan ini observasinya terhadap hal yang nggak pentingπŸ™‚ makasih fasilitas wi-fi nya dan makasih udah bikin gue kenyang hehehe.

Farewell.

@DimasRamdhanP abis nongkrong.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s