Pengalih perhatian saja

Anak-anak yang terlahir dibumi pertiwi Indonesia, seiring mereka tumbuh dan berkembang maka kebutuhan akan pendidikan harus segera dipenuhi, mau tak mau harus mengikuti dan menganut sistem pendidikan Indonesia yang katanya wajib belajar 12 tahun.

Mungkin sejauh ini beberapa ada yang sukses, banyak peserta-peserta olimpiade bidang akademik yang masih duduk di bangku SMA dari Indonesia yang mampu bersaing pada kancah Nasional maupun Internasional, namun bagi saya itu adalah sebuah anugerah Tuhan YME kepada seorang anak, yang luar biasanya bersinergis dengan lingkungan dia tumbuh dan berkembang, hidup yang terfasilitasi, lalu tempat dia menempuh pendidikan, dengan siapa ia menjalin pergaulan, pola pikir yang terbentuk dari sejak kecil, peran orang tua, aktivitas sehari-hari dan yang terakhir adalah kerja keras.

Karena saya percaya hasil dari kerja keras mampu mengalahkan bakat, buktinya ada dari kalangan bawah mampu bersaing dengan mereka yang hidup superior dari lahir. Ya walaupun tidak semua, karena saya beranggapan bahwa mereka memang ditakdirkan jenius walaupun cara dan jalannya berbeda, ada yang sudah terfasilitasi, tinggal jalan dan lawan rintangannya dan ada yang harus membangun jalannya dulu, mencari navigasi dulu, mencari bahan bakar dulu, kerja keras dulu baru melawan rintangannya, yang pada akhirnya keduanya bertemu dititik goal yang sama menjadi manusia jenius, seperti contohnya menjadi siswa SMA yg berprestasi ditingkat nasional maupun internasional.

Hal yang serupa bakal kita temukan ketika kita selesai menempuh wajib belajar 12 tahun.  Pada situasi ini, SEBENARNYA banyak jalur yang bisa mereka pilih untuk menuju pencapaian sukses, ada satu diantara beberapa jalur yang sering dilalui mereka, yaitu dengan melanjutkan ke universitas, menurut saya jalur ini bagaikan JALUR UTAMA, sebenarnya sulit, tapi aman, ada trayeknya sehingga kita yakin bakal sampai tujuan walaupun tidak tau berapa lama durasinya, jalur ini jalannya bagus, jarang ada lubang atau kerusakan, paling ada polisi tidur, sehingga kemungkinan kecelakaan kecil, namun karena ramai maka sering macet, walaupun sering macet namun tetap tertib karena banyak polisinya, yang tidak tertib bakal kena denda ataupun hukuman.

Mereka yang telah selesai melaksanakan wajib belajar 12 tahun, yaitu siswa/siswi Sekolah Menengah Atas, hampir 90% dari 1 angkatan akan memiliki ambisi untuk melanjutkan study ke jenjang yang lebih tinggi yang sering kita dengar dengan Universitas, perguruan tinggi, Sekolah Tinggi, ataupun Institut. Ambisi ini memang baik dan melanjutkan study ke level yang lebih tinggi memang baik, saya sangat setuju bahwa melanjutkan study ke universitas membuat kita siap menghadapi dunia dan mampu merancang masa depan yang baik, namun anggapan banyak orang bahwa lulus SMA itu masih kurang bekal dan masa depan tidak akan terjamin itu tidak 100 % benar adanya.
Ingat, situasi kehidupan orang sangatlah berbeda, tidakkah dari ratusan juta rakyat Indonesia ribuan diantaranya melakukan DEMO dijalan, ketika kita lihat langsung mereka yang DEMO sangat banyak, seolah-olah mayoritas, lalu kita yang tadinya sedang menonton dari layar kaca televisi, apakah HARUS ikut-ikutan kepada mayoritas hanya karena kita terlihat beda sendiri tanpa mengetahui apa penyebabnya? loh bukannya itu namanya tidak punya prinsip? ayolah, ketika musim panen dan pohon mangga berbuah, maka tidak semua mangga diperoleh dalam keadaan yang sempurna, pasti ada 1 atau 2 yang busuk terlalu matang, ataupun dimakan satwa liar.

Masalahnya adalah terletak pada ambisi mereka yang membuat pandangan hanya dibuat 1 jalur, seolah-olah wajib dan hanya bisa melewati jalur itu untuk sampai ke titik akhir yang disebut-sebut sebagai “sukses”, tidak ada jalur lain, tidak ada pilihan lain, SEHINGGA, apabila mereka tidak mampu atau bisa kita katakan salah rute (gagal) melewati jalur yang hanya satu-satunya itu, maka mereka harus putar balik, dan mulai dari start awal lagi pada jalur yang sama, namun itu harus menunggu waktu yang lama karena putar baliknya jauh, namun yang saya khawatirkan adalah ketika mereka putar balik sampai 3 kali, yang pada akhirnya kendaraan mereka habis bahan bakar sehingga terpaksa turun dan jalan kaki, (paham kan maksud perumpamaan saya?).

Jadi apabila berbagai macam faktor membuat kamu kurang mampu memakai jalur utama, beralihlah ke jalur yang lain, masih banyak yang bisa kamu pilih, berdiam diri dengan menutup hati dan mata sehingga seolah-olah jalur menuju sukses itu hanya ada satu adalah salah besar, jangan takut tertinggal ketika banyak orang mampu masuk ke jalur utama yang telah dilengkapi peta rutenya dengan tertawa senang, jangan takut, itu hanyalah pengalih perhatian saja, jangan sampai terbawa secara psikis dan emosional seakan-akan diri yang telah gagal ini sudah tidak berguna lagi, putus asa dan putus harapan, akan datang masanya ketika harus membandingkan dengan teman yang BARU berhasil masuk di jalur utama (bangku kuliah) “toh teman-teman pada bisa kenapa saya tidak bisa?” ups? harus ingat pernyataan saya tadi bahwa kondisi kehidupan manusia berbeda-beda🙂, kalau ditelaah baik-baik maka mencari jalur lain adalah aksi yang tepat, coba move on dan move up, kumpulkan semangat lagi, lakukan yang terbaik, yang kita bisa, karena tidak sedikit ketika ditengah jalan yang mengeluh terhadap jalur yang diambilnya, ada juga yang sepanjang perjalanan kerjaannya ngemis ke pemilik modal (orang tua) BAHKAN ada yang gugur ditengah perjalanan dengan berbagai macam alasan.

Saya membuat tulisan ini bukan karena gara-gara saya tidak kuliah di perguruan tinggi sehingga agak sinis dan mempunyai pandangan yang berbeda ataupun merasa iri dengan mereka yang duduk dan menempuh pendidikan di perguruan tinggi, tidak. Tidak benar, Justru saya suka mereka yang kuliah, mereka yang disebut mahasiswa, mereka yang punya tanggungan yang diwujudkan dalam kontribusi nyata untuk bangsa Indonesia kelak nanti, saya hanya ingin berpesan bahwa kalian yang kurang beruntung dan tidak sempat merasakan duduk di bangku perkuliahan untuk membuka mata, membuka pikiran, melapangkan dada dan kumpulkan sisa tenaga serta semangat yang ada, karena masih banyak jalur, bahkan akan selalu ada jalur yang bisa kita lewati dengan pola pikir yang berorientasi kesuksesan, memang beda jalur, ada yang ke utara, ke barat, ke selatan, ke timur dan arah-arah lainnya, namun percayalah pada akhirnya orang-orang yang melewati berbagai jalur-jalur yang berbeda itu akan bertemu pada satu titik, satu tempat, satu tujuan yang sama, yaitu sukses, jangan mudah terpengaruh, mereka hanya pengalih perhatian saja.

@DimasRamdhanP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s